Langsung ke konten utama

Literasi Digital


  Literasi Digital

    Literasi digital adalah kesenangan dan kesenangan untuk menggunakan media digital atau alat jaringan atau komunikasi dalam menemukan atau menggunakan dan memanfaatkan secara cerdas dan bijak dalam interaksi kehidupan. 


  • Komponen literasi digital:

1. Jejaring sosial yang media sosial sebagai sumber informasi.

2. Transliterasi yang memanfaatkan berbagai platform untuk konten.

3. Menjaga privasi, mencegah kejahatan siber atau kejahatan internet.

4. Mengelola identitas digital, menggunakan identitas yang tepat.

5. Membuat konten, kemampuan membuat platform untuk konten.

6. berbagi & berbagi konten, kemudahan konten informasi.

7. Reucing, mengolah kembali konten sesuai kebutuhan.

8. Memfilter & memilih konten, mencari dan menyaring informasi.

9. Penyiaran mandiri, membagikan ide dengan aman dan tepat.


  • Manfaat literasi digital:

1. Menghemat waktu

2. Belajar lebih cepat

3. Menghemat uang

4. Membuat lebih aman

5. Memperoleh informasi terkini

6. Selalu terhubung

7. Membuat keputusan dengan baik


    Upaya meningkatkan kemampuan literasi digital dengan adanya dukungan perpusnas, e-perpus, Gramedia digital. Proses literasi digital dapat dilakukan dengan gerakan literasi digital dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat. Langkah gerakan literasi digital:

1. Saat ini literasi tidak hanya berupa buku namun banyak sumber online lain.

2. Meratakan akses internet

3. Penerapan rancangan literasi di seluruh lembaga pendidikan.

4. Membangkitkan rasa cinta pada ilmu pengetahuan.

5. Masyarakat harus pola kehidupan dari kebiasaan tutur menjadi kebiasaan membaca.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mobile Learning

Mobile Learning      Mobile learning atau M-Learning merupakan model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, dan sering didefinisikan sebagai e-learning melalui perangkat komputer mobil berupa telepon seluler, laptop tablet PC, dan PDA.      Perbedaan E-Learning dan M-Learning terdapat pada kecenderungan medianya. E-Learning cenderung menggunakan personal komputer dan internet sebagai media utamanya, sedangkan M-Learning cenderung menggunakan perangkat mobile seperti handphone smartphone, PDA, dan sebagainya. Fungsi M-Learning sebagai media pembelajaran, antara lain: 1) Suplement (Tambahan). Mobile learning sebagai suplement dapat diartikan bahwa terdapat kebebasan bagi siswa untuk memilih dan memanfaatkan mobile dalam mengakses materi-materi pembelajaran ataupun dalam penggunaannya sebagai media pembelajaran. 2) Pelengkap (pelengkap). Mobile learning dapat dikatakan sebagai pelengkap karna dapat digunakan sebagai alat evaluas...

E-Learning Design

Pengertian Desain E-learning      E-Learning Design atau Desain Pembelajaran dengan Daring synchronous artinya pembelajaran yang dilaksanakan secara real time (langsung) tatap muka guru dengan siswa dalam konferensi video seperti zoom, Microsoft teams, google meet, Facebook Messenger dan lainnya. Desain e-learning atau desain pembelajaran berani asynchronous dilaksanakan tidak langsung tetapi melalui aplikasi sistem manajemen pembelajaran (Learning management system/LMS) seperti Elma, google classroom, microsoft teams, dan lainnya. Langkah yang Harus Dilakukan Pendidik untuk Desain E-learning 1. Mengetahui tentang karakteristik peserta didik 2. Merumuskan tujuan pembelajaran 3. Membuat instrumen penilaian 4. strategi peningkatan pembelajaran 5. Membuat dan menyediakan bahan pembelajaran, berupa media presentasi, aplikasi atau software eksperimen, simulasi, video, modul, materi pembelajaran, atau link website, serta bahan-bahan tersebut harus memenuhi prinsip kebebasan. Ka...